
Di antara banyaknya platform yang membuat konten ‘wrapped’ tahunan, sepertinya hanya Netflix yang enggak ikut bikin campaign serupa secara official. Tapi, Netflix memberikan rekaman history apa saja yang sudah ditonton melalui akun pribadi, jadi aku bisa rekap dan bikin Netflix wrapped versi bikinan aku sendiri.
Netflix Wrapped Bikinan Sendiri
Meskipun Netflix enggak bikin ‘wrapped-wrapped’-an, tapi kita bisa lihat history tontonan di Netflix. Bentukannya data gitu dengan format .csv yang bisa diunduh melalui profil masing-masing. Caranya bisa dibaca di sini: How to see viewing history and device activity.

Hasil dari data history aku olah menggunakan Looker Studio. Bentuknya enggak fancy, sih, berupa grafik. Tapi, lumayan jadi kelihatan seberapa banyak tontonan selama 2025. 😁
Sayangnya data yang ada enggak menunjukkan total durasi selama nonton Netflix. Tapi, berdasarkan hasil wrapped di Kapwing, di tahun 2025 aku sudah menghabiskan waktu sebanyak 35.047 menit atau 585 jam atau 24 hari.

Series
Aku tipikal orang yang lebih suka nonton series dibandingkan film. Alasannya karena bisa dicicil, enggak harus nonton terlalu lama. Padahal juga, yaaa, sering ngeborong langsung nonton banyak episode hahaha. So anyway, jadi aku akan nge-list series yang paling membekas selama tahun 2025 ini.
- Total tontonan (per watch): 47 episode
- Series yang ditonton sampai habis (per season atau semua season): 33 series
- Lebih dari setengahnya adalah dorama.
10 Series Rekomendasi
- Alice in Borderland (S3) [JPN] — Setelah berhasil keluar dari permainan hidup dan mati, Arisu kembali masuk ke dunia tersebut untuk menyelamatkan Usagi. Sebenarnya Usagi juga sudah keluar dari permainan itu, tapi memutuskan mengikutinya lagi dengan tujuan untuk mencari ayahnya yang telah meninggal.
- Black Mirror (S7) [USA] — Antologi cerita yang gelap tentang teknologi dan dampaknya pada kehidupan manusia. Kisahnya menggabungkan sci-fi, horor psikologis, dan satire sosial. Lebih tepatnya, season ini menyinggung isu kapitalisme, kesehatan, dan komodifikasi pengalaman manusia, yang mana semakin relate dengan tren dan kehidupan nyata saat ini.
- Last Samurai Standing ・イクサガミ [JPN] — Drama survival berlatar Jepang feodal dengan kekerasan yang brutal dan atmosfer kelam. Samurai di sini bukan digambarkan sebagai pahlawan, melainkan manusia dengan naluri bertahan hidup. Ceritanya tegang, dingin, dan penuh konflik moral. Sedikit mirip kayak John Wick, Samurai pensiun yang kembali beraksi.
- Nevertheless ・わかっていても [JPN] — Drama romansa hubungan yang enggak pasti; antara ketertarikan, luka, dan kesadaran bahwa hubungan tersebut mungkin akan berakhir buruk. Nuansanya romantis di permukaan, tapi melelahkan secara emosional karena ‘jadi, status kita ini apa???’. Sebenarnya ada versi K-drama, tapi aku lebih suka yang versi dorama ini karena lebih…manis?
- Romantics Anonymous ・匿名の恋人たち [JPN] — Cerita cinta dua orang dewasa yang sama-sama canggung karena mereka punya kondisi psikologis yang membatasi interaksi dengan orang lain. Slowburn, heartwarming, dan enggak begitu dramatis. Coklatnya bikin ngiler! 🤤
- The Trauma Code: Heroes on Call [K-Drama] — Drama medis Korea Selatan tentang seorang ahli bedah trauma jenius (dan tengil) yang bergabung dengan rumah sakit universitas yang lagi struggle. Menggabungkan situasi hidup-mati yang intens dengan dialog ringan dan dinamika tim yang kocak. Serius saat perlu, tapi tetap punya sisi manusiawi dan menghibur.
- Glass Heart・グラスハート [JPN] — Cerita tentang seorang mahasiswi musik yang menemukan kembali passion dan jati dirinya setelah bergabung dengan band baru. Di tengah dunia musik yang kompetitif, kisah drama ini mengulas mimpi, cinta, dan proses bertumbuh sebagai individu. Dorama-nya menyenangkan karena penuh dengan musik yang enak didengar.
- Unnatural [JPN] — Serial forensik tentang dokter di UDI Lab yang menangani kasus kematian tidak wajar. Setiap episodenya mengangkat persoalan sosial dan emosi manusia yang muncul dari proses investigasi. OST-nya lagu favoritku, Lemon – Kenshi Yonezu!
- When Life Gives You Tangerine [K-Drama] — Drama slice-of-life yang mengikuti perjalanan hidup Ae-sun dan Gwan-sik selama lima dekade, dari tahun 1960-an hingga masa kini, dari masa kecil hingga jadi kakek nenek. Ceritanya mengalir melalui cinta, kehilangan, dan perubahan zaman, diceritakan dari sudut pandang anak mereka dengan struktur non-linear yang lembut dan reflektif.
- Jin [JPN] — Cerita tentang seorang ahli bedah otak di zaman modern yang terlempar ke era Edo. Dengan keterbatasan alat medis dan kondisi zaman yang masih kerap terjadi konflik, ia berusaha menyelamatkan nyawa sambil berhadapan dengan dampak pilihan medis terhadap sejarah dan masa depan.

Dari semua series di atas, 3 series favoritku yang paling aku enjoy nontonnya adalah Glass Heart, Romantics Anonymous, dan Last Samurai Standing. Sebenarnya bukan karena ketiganya drama terbaru di tahun 2025, tapi karena ketiganya yang memang paling membekas di kepala.
Glass Heart paling suka karena lagu-lagunya enak banget didengar. Padahal band fiksi, tapi masih aku dengar lagunya sampai sekarang. Kekurangannya menurutku di bagian cerita cintanya yang tampak agak memaksa. Kalau Romantics Anonymous punya kisah romansa yang fresh dan heartwarming, ditambah lagi tampilan aneka coklatnya yang menarik. Sedangkan untuk Last Samurai Standing, aku suka karena ceritanya cukup menegangkan dan visualisasinya menurutku wah banget!
Film・Movies
Dibandingkan series, film yang aku tonton di Netflix dan di bioskop pun tahun ini enggak banyak. Di Netflix, tahun ini aku hanya nonton 19 film dan yang cukup membekas hanya 8 aja, yaitu;
- 10DANCE [JPN] — Kisah kompetitif tentang dua pedansa ballroom papan atas yang terpaksa bertukar gaya tari demi mengejar keunggulan di lantai dansa. Dinamika hubungannya penuh ketegangan fisik, ego yang tinggi, ambisius, dan sensual yang intens. 🤭
- 28 Weeks Later [USA] — Sekuel mencekam di mana virus ‘zombie’ kembali mewabah di dalam zona aman London yang dijaga ketat oleh militer Amerika. Upaya untuk membangun kembali peradaban hancur seketika menjadi kekacauan yang sangat mengerikan.
- 28 Years Later [USA] — Lanjutan sekuel dari 28 Weeks Later, film ini fokus pada generasi yang tumbuh di tengah kehancuran dari munculnya wabah ‘zombie’ yang nampak bermutasi menjadi makhluk lebih mengerikan. Film ini mengeksplorasi bagaimana dunia telah beradaptasi di tengah ancaman infeksi yang masih mengintai di setiap sudut. Atmosfernya lebih hening, tapi masih berasa menegangkan.
- Abadi Nan Jaya [IDN] — Film zombie pertama dari Indonesia yang mengambil latar di sebuah pemukiman desa terpencil. Ceritanya tentang perjuangan satu keluarga melawan wabah zombie yang dipicu oleh ramuan herbal misterius. Film ini menyuguhkan perpaduan unik antara drama keluarga, elemen budaya lokal, dan teror mencekam.
- Bullet Train Explosion [JPN] — Thriller yang menceritakan teror bom di atas kereta cepat (shinkansen) yang dipasang untuk meledak jika kecepatannya turun. Ketegangan berpacu dengan waktu dalam ruang terbatas ini menjadi inspirasi besar bagi banyak film aksi modern.
- Death Whisperer [THAI] — Film horor Thailand yang bercerita tentang teror suara gaib misterius yang mengincar nyawa sebuah keluarga di pedesaan. Atmosfernya mencekam dengan perpaduan horor tradisional dan aksi ritual pengusiran setan.
- Death Whisperer 2 [THAI] — Melanjutkan perjalanan Yak dalam memburu roh jahat yang masih menghantui dan belum tuntas di film pertamanya. Skala horor dan aksinya meningkat drastis, membawa kembali ke misteri gelap di pelosok hutan Thailand.
- Exterritorial [DEU] — Sebuah film thriller aksi dari Jerman yang fokus pada seorang mantan tentara pasukan khusus yang mencari putranya yang hilang secara misterius di dalam Konsulat AS. Filmnya cukup tegang meskipun lingkungannya kecil, karena harus menghadapi birokrasi dan bahaya di wilayah ekstrateritorial demi menyelamatkan anaknya.

Kalau untuk film paling favorit, di antara film-film di atas, sepertinya aku paling enjoy nonton 10Dance. Enggak cuma karena dansanya, tapi dinamika hubungan antara kedua main characters-nya bikin ngikik sendiri aja gitu, gemes haha. But overall, film-film di atas seru buat ditonton, kok! 🍿
Anime
Selain series dan film, aku juga suka nonton anime. Tahun ini lumayan banyak anime yang aku tonton. Bahkan kayaknya jadi tahun perayaan anime juga karena rilisnya film Demon Slayer: Infinity Castle, Chainsaw Man: Reze Arc, dan Jujutsu Kaisen: Execution di bioskop, yang mana ketiganya adalah anime populer.
Ada 16 series anime yang aku tonton di Netflix selama 2025. Sembilan (9) di antaranya yang aku habiskan seasonnya, yaitu:
- DAN DAN DAN (S2) — Kelanjutan petualang gila dan absurd Okarun dan Momo. Pada series di Season 2 ini, masuk ke Cursed House dan Evil Eye arcs. Ada karakter baru, Jiji, yang bikin ceritanya makin seru.
- The Summer Hikaru Died — Misteri mencekam tentang seorang remaja bernama Yoshiki yang menyadari bahwa sahabatnya, Hikaru, yang dianggap sudah meninggal, ternyata telah digantikan oleh entitas lain yang menyerupainya. Atmosfer horor supernaturalnya sangat kental serta emosional antara hubungan Yoshiki dan Hikaru.
- Kaiju No. 8 (S2) — Status Kafka Hibino sebagai Kaiju No. 8 sudah diketahui oleh rekan-rekannya dan dia kembali beraksi melawan ancaman monster raksasa yang semakin mengancam Jepang.
- SPY x FAMILY (S2) — Pada series keluarga Forger kali ini diajak mendalami karakter Loid Forger dengan mengenang masa lalunya. Jadi makin tahu latar belakang Loid Forger yang membawanya menjadi mata-mata di serial ini.
- Solo Leveling (S2) — Sung Jin-woo melanjutkan petualangannya untuk memperoleh kekuatan sebagai Hunter terkuat di dunia yang penuh dengan Dungeon berbahaya. Season ini semakin intens karena Sung Jin-woo sudah terbiasa menjadi Hunter.
- My Happy Marriage (Season 1-2) — Kisah romansa antara Miyo yang malang karena tidak diperlakukan dengan baik oleh keluarganya dan tunangannya yang dingin bernama Kiyoka.
- The Apothecary Diaries (Season 1-2) — Cerita tentang Maomao, seorang apoteker jenius yang diculik ke istana kekaisaran dan menggunakan pengetahuannya tentang obat-obatan untuk memecahkan berbagai misteri medis. Dengan gaya penceritaan yang cerdas mirip detektif medis dalam latar sejarah Cina kuno, anime ini menawarkan perpaduan intrik politik dan romansa tipis yang memikat antara Maomao dengan Jinshi.
- Tokyo Ghoul (Season 1-3) — Mengambil latar dunia di mana makhluk pemakan manusia yang disebut Ghoul hidup berdampingan dengan manusia. Serial ini mengikuti transformasi Kaneki Ken yang berubah menjadi setengah Ghoul.
- Demon Slayer (Season 1-4) — Kisah tentang perjalanan Tanjiro dalam memburu iblis untuk menyembuhkan adiknya, Nezuko.

Di antara semua anime, yang paling aku suka The Apothecary Diaries. Alasannya karena jalan ceritanya yang misterius dan menarik, serta bagian romansa yang slowburn dengan character development yang tumbuh perlahan bikin ingin terus nonton. Sampai kepengen ikutin cerita lewat light novel-nya karena sangking penasarannya.
Kalau berbicara kualitas visual, sudah pasti Demon Slayer yang bisa bikin sampai merinding nontonnya. Kualitas Ufotable sebagai studio animenya juga makin mantap di versi film-nya. Layak buat ditonton!
Wrapped Up!
Jadi, itulah rekap tontonan Netflix versi aku di sepanjang tahun 2025. Kalau diperhatikan, tahun ini watchlist aku benar-benar didominasi oleh konten dari Jepang, terutama dorama dan anime. Mungkin karena tahun ini aku juga lagi fokus belajar bahasa Jepang, jadi aku berusaha menyelam ke dalam konten Jepang untuk sekaligus belajar. Tapi, secara objektif, aku akui kalau dorama dan anime Jepang memang kualitasnya bagus dan sangat enjoy buat dinikmati.
Enggak sabar buat mengikuti tontonan Netflix di tahun 2026. Kayaknya sih bakal seru, karena mulai masuk film-film China yang menarik juga buat ditonton. 🤭